Postingan

Covid19 Menyerang Apa ?

Pagi ini Saya membaca di sosial media, ada seorang dokter di daerah Surabaya, yang gugur dalam tugas karena menangani kebohongan seorang pasien dan keluarganya yang menutupi kondisi sebenarnya pasien positive Covid19, bahkan ada juga pasien yang menolak diisolasi dan memilih kabur dari rumah sakit. Beberapa hari sebelumnya, di televisi diberitakan ada sebagian warga yang menolak perawatan pasien Covid19 di rumah sakit yang masuk pada wilayahnya. Adalagi kasus yang lebih memprihatinkan, seorang pejuang medis ditimpuk batu karena penolakan warga untuk dilakukannya pemakaman pasien terduga Covid19 di daerahnya. Ada kasus lain, pengusiran tenaga medis dari tempat mereka tinggal, bahkan penolakan pejuang medis yang sudah gugur untuk dimakamkan di pemakaman yang dekat dengan tempat tinggal sang pejuang medis tersebut. Saya berfikir apa ini yang terjadi jika Saya menjadi seorang pasien positive Covid19, atau Saya menjadi seorang pejuang medis apakah ini yang masyarakat ...

#MenikahJadiBerkah Part 6

umur tidak pernah menentukan kedewasaan, perjalanan kehidupan ini lah yang mendewasakan Assalamu'alaikum semuanya ... Tulisan kali ini membahas   tentang "kedewasaan" kami diusia muda. Banya tuisan dan artikel yang mengatakan “tua itu pasti-dewasa belum tentu”, Kami (Saya dan Istri) setuju dengan konsep ini, tapi bagaimana seorang itu bisa tumbuh dewasa dan matang dalam pemikiran ? diusia yang muda bahkan bisa dikatakan ABG. Kami memutuskan menikah diusia 20 tahun yang orang bilang masih terlalu muda, padahal teman dari istri Saya sudah menikah setahun sebelumnya, sekali lagi Saya tulis di part ini bahwa “menikah adalah kepantasan”- dari kalimat ini kita bisa belajar bahwa menikah itu bukan suatu yang diukur oleh angka tahunan yang kita sebut umur, atau angka dalam nominal rupiah yang kita sebut harta atau bahkan angka (derajat) dalam bentuk kedudukan tapi menikah adalah siapa yang pantas dalam pandangan dan penilaian Allah SWT. Kembali ketema tentang ked...

#MenikahJadiBerkah Part 5

Yang kita lihat tidak selalu sama seperti apa yang ada di benak kita Salam semuanya, kali ini saya bercerita tentang konsep berumah tangga menurut kami, banyak diantara kita yang akan menikah dan bahkan telah menikah tidak tahu kemana, dan seperti apa kelak dia akan membawa biduk rumah tangganya. bahkan ada juga yang mengatakan kepada Saya, "jalanin ajalah hidup seperti air mengalir",tapi saat air ketemu dataran tinggi air tidak bisa melanjutkan perjalanan diakan selalu mencari dataran yag lebih rendah. masa sih kita bakalan hidup selalu mencari yang lebih rendah, yang lebih mudah, kan gak mungkin dalam hal ini saya punya kasus seperti ini. kita ambil contoh salah satu yang kami konsep dalam rumah tangga adalah pendidikan, awal - awal menikah status saya adalah seorang pekerja pada perusahaan Kontraktor, dan istri saya bekerja pada perusahaan jasa keuangan, untuk urusan pendidikan istri saya sedang menjalani kuliah D3, dan saya hanya sebatas kursus program untuk meng...

Menikah Jadi Berkah #4

Ini bukan kisah manis tapi ini adalah efek dari pernikahan -RB 8 juni 2017 kemarin adalah 3 tahun Saya menikah, dan ujian masih terus berjalan. karena menikah adalah sebuah perjalanan bukan sebuah akhir dari segala keputusan. Setelah melewati berbagia macam jenis cobaan pernikahan dari mulai kehabisan uang sampai "berbohong" ke orang tua mengenai makanan baca di Menikah Jadi Berkah #2 itu bisa kita selesaikan alhamdulillah masuk ke usia 3 tahun ini rasanya sudah mulai terbiasa dengan ujian-ujian harta dan dunia. yang masih sulit adalah menghadapi ujian hati. UJIAN HATI Ujian hati disini bukan berarti ada yang menguji kesetiaan Saya, tapi lebih kepada mengendalikan emosi masing-masing karena walau bagaimanapun saya dan istri masih berusia dibawah 25 tahun perhitungan matang bagi orang awam, walau pada 23 tahun Muhammad Alfatih sudah menaklukan konstatinopel tapi saya menaklukan emosipun masih sulit #dahakumahapaatuh. Ujian hati itu akan membawa kita pad...

Tokoh

Gambar
Kadang kita sibuk mencari tokoh sebagi idola, sebagai panutan, dan tanpa kita sadari banyak dari kita bukannya menjadikan tokoh itu sebagai sekedar tolak ukur tapi malah memaksa diri kita untuk menjadikan diri kita itu sebagai tokoh yg kita kagumi itu. Kita tidak akan melulu sebagai pencari idola tapi kita juga harus memunculkan kepantasan diri sebagai idola, minimal idola anak kita, istri/suami kita, ini yang sering kita lupa. sehingga ketika kita sedang mencarikan anak-anak kita idola untuknya kita sering menerawang jauh bahkan memberikan idola-idola fiktif kepadanya, kita lupa menjadikan dirikita sebgai idola orang-orang dekat kita. Sepantasnya jika kita akan menjadi idola tentu harus memiliki kelebihan yang bisa dijadikan kebangga, untuk diidolakan. Sahabat, belum lama ini saya banyak baca berita bahwa banyak anak-anak sekolah dasar yang sudah mulai pacaran, merokok, bahkan mabuk sampai berani membentk gurunya, bahkan yang ebih parah mabuk didalam kelas. Ini adl...

Kenapa Impian Sulit Dicapai ?

Gambar
Sahabat  apakah sahabat memiliki impian ? atau bahkan malah memiliki banyak impian ?, tapi coba sahabat perhatikan impian-impian sahabat, berapa banyak yang sudah tercapai saat ini ? barang kali tulisan ini hanya pelengkap dari video di atas. banyak yang salah dalam memperlakukan impian, dari mulai menjaga sampai proses mewujudkannya, kita banyak terfokus hanya pada impiannya saja tapi kita tidak pernah menyusun jalan untuk impian itu. kita lupa bahwa yang paling penting dari hasil terbaik adalah prosesnya, bukan hasil itu sendiri. kita ambil contoh : ada 2 anak yang keduanya bercita-cita untuk menjadi seorang polis, sia A ini anak yang kurang pandai tapi dia terus belajar dan berlatih sehingga pada pendaftara polisi dia bisa masuk, tp ada kekurangan ternyata lemah dalam hal olah raga si A gagal dalam test pertamanya, test kedua si A sudah banyak berlatih dan kini dia lulus dengan baik walau hasil yang dicapai belum sempurna akhirnya si A menjadi polisi. anak yang...

Wisuda Istri

Gambar
Sahabat kali ini saya hanya ingin berbagi foto saja karena terlalu gembira tapi sebenernya udah telat juga sih gembiranya pada tanggal 25 November 2016 kemari instri saya resmi diwisuda dan sekarang nama istri saya menjadi Marlia Ulfa WA, A.Md. Ak, kok panjang banget ya ? kalo ditanya gitu saya jawabnya biar keren aja hehehehe..... ini foto-foto dari awal persiaan dirumah samapi istirahat dihotel samping gedung wisudanya dan kalo ditanya istri saya kuliah dimana maka saya jawab Kuliah ? BSI aja hehehehe semoga sahabat yang sedang ssidang TA atau skirpsi segara diluluskan dan dimudahkan segala prosesnya aamiin, pendidikan penting apapun profesimu -RB-