Covid19 Menyerang Apa ?



Pagi ini Saya membaca di sosial media, ada seorang dokter di daerah Surabaya, yang gugur dalam tugas karena menangani kebohongan seorang pasien dan keluarganya yang menutupi kondisi sebenarnya pasien positive Covid19, bahkan ada juga pasien yang menolak diisolasi dan memilih kabur dari rumah sakit.

Beberapa hari sebelumnya, di televisi diberitakan ada sebagian warga yang menolak perawatan pasien Covid19 di rumah sakit yang masuk pada wilayahnya.

Adalagi kasus yang lebih memprihatinkan, seorang pejuang medis ditimpuk batu karena penolakan warga untuk dilakukannya pemakaman pasien terduga Covid19 di daerahnya.

Ada kasus lain, pengusiran tenaga medis dari tempat mereka tinggal, bahkan penolakan pejuang medis yang sudah gugur untuk dimakamkan di pemakaman yang dekat dengan tempat tinggal sang pejuang medis tersebut.

Saya berfikir apa ini yang terjadi jika Saya menjadi seorang pasien positive Covid19, atau Saya menjadi seorang pejuang medis apakah ini yang masyarakat akan lakukan kepada Saya ?

Saya juga menjadi bertanya, Covid19 ini menyerang paru-paru tapi kenapa hati dan akal sehat yang sakit di sebagai oknum masyarakat negeri ini ?. Pemerintah dan semua pejuang medis, telah memberlakukan aturan ketat dalam perawatan pasien positiv dan juga penanganan jenazah pasien Covid19, mereka tidak akan bertindak asal dan segegabah orang-orang pada kasus diatas.

Kenapa dengan masyrakat di negeri ini ? Sudah rusakkah hati ? atau sudah hilang rasa persatuan di negeri ini ?

Saat ini kita semua sedang berjuang untuk bisa melawati masa krisis ini, tapi kenapa masih ada segelintir orang dengan pemikirannya atau mungkin bisa Saya sebut kebodohannya, melakukan tindakan yang diluar batas-batas kemanuasiaan, kenapa ?

Tenaga yang kita keluarkan untuk mengusir, melarang dan mungkin menghina mereka yang terdampak Covid19 baik pasien ataupun pejuang medis lebih baik kita gunakan untuk membantu mereka yang tidak terdampak Covid19 tapi terdampak ekonominya karena Covid19 bukankah itu lebih baik ?

Kita galang tenaga, fikiran, dana, berapa banyak saudar kita yang terkena PHK, berapa banyak saudara kita yang hancur penghasilan karena kondisi ini, kita sadar kita memiliki keterbatasan kemampuan, tapi kita juga sadar tau tahu betul tidak ada kekuatan pada sebatang lidi, tapi kalau ada ratusan batang bersatu siapa yang bisa mematahkannya ?

Kesadaran bersama bahwa ini adalah bencana besar butuh tenaga besar untuk bisa keluar dari krisis ini, dibulan yang penuh keberkahan ini mari kita kurangi kegiatan diluar dan berfokus ibadah didalam rumah, Saya berharap tidak ada lagi pengusiran, tidak ada lagi kebohongan dari pasien atau keluarganya, tidak ada lagi sikap antipati pada perjuangan melawan covid, tidak ada lagi yang memaksakan untuk ibadah dengan berkumpul di rumah-rumah ibadah selama PSBB karena kita tidak tau kita akan tertular atau menularkan.

Terakhir, Covid19 menyerang apa ? jangan tambah penderitaan dengan ikut membuat Hati dan akal kita menjadi sakit, Covid19 sudah cukup memberatkan dengan lebih dari 11.000 orang posisitiv, Saya tidak bisa memberikan apapun yang layak bagi para pejuang, Saya hanya mampu memanjatkan doa kepada Tuhan Allah SWT, agar semua pejuang kesehatan dan pasien yang berjuang untuk sembuh bisa menang melawan Covid19, untuk semua yang masih berjuang mencari nafkah dan terpaksa keluar rumah termasuk Saya pada saat PSBB ini, semoga Tuhan menguatkan bahu dan juga kesehatan diri kita, untuk pasien yang masih dirawat semoga Tuhan Allah SWT segera sembuhkan serta keluarga yang telah kehilangan anggotanya karena gugur melawan Covid19 agar Tuhan Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan, aamiin.


Barkah W. Atmaja
30 April 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Impian Sulit Dicapai ?

Menikah Jadi Berkah #2