Tokoh
Kadang kita sibuk mencari tokoh sebagi idola, sebagai panutan, dan tanpa kita sadari banyak dari kita bukannya menjadikan tokoh itu sebagai sekedar tolak ukur tapi malah memaksa diri kita untuk menjadikan diri kita itu sebagai tokoh yg kita kagumi itu. Kita tidak akan melulu sebagai pencari idola tapi kita juga harus memunculkan kepantasan diri sebagai idola, minimal idola anak kita, istri/suami kita, ini yang sering kita lupa. sehingga ketika kita sedang mencarikan anak-anak kita idola untuknya kita sering menerawang jauh bahkan memberikan idola-idola fiktif kepadanya, kita lupa menjadikan dirikita sebgai idola orang-orang dekat kita. Sepantasnya jika kita akan menjadi idola tentu harus memiliki kelebihan yang bisa dijadikan kebangga, untuk diidolakan. Sahabat, belum lama ini saya banyak baca berita bahwa banyak anak-anak sekolah dasar yang sudah mulai pacaran, merokok, bahkan mabuk sampai berani membentk gurunya, bahkan yang ebih parah mabuk didalam kelas. Ini adl...