Tokoh
Kadang kita sibuk mencari tokoh sebagi idola, sebagai panutan, dan tanpa kita sadari banyak dari kita bukannya menjadikan tokoh itu sebagai sekedar tolak ukur tapi malah memaksa diri kita untuk menjadikan diri kita itu sebagai tokoh yg kita kagumi itu.
Kita tidak akan melulu sebagai pencari idola tapi kita juga harus memunculkan kepantasan diri sebagai idola, minimal idola anak kita, istri/suami kita, ini yang sering kita lupa.
sehingga ketika kita sedang mencarikan anak-anak kita idola untuknya kita sering menerawang jauh bahkan memberikan idola-idola fiktif kepadanya, kita lupa menjadikan dirikita sebgai idola orang-orang dekat kita. Sepantasnya jika kita akan menjadi idola tentu harus memiliki kelebihan yang bisa dijadikan kebangga, untuk diidolakan.
Sahabat, belum lama ini saya banyak baca berita bahwa banyak anak-anak sekolah dasar yang sudah mulai pacaran, merokok, bahkan mabuk sampai berani membentk gurunya, bahkan yang ebih parah mabuk didalam kelas. Ini adlaah fenomena besar yang sebabnya adalah hal kecil yang bernama "pembiyaran".
Kita membiarkan anak-anak kita untuk mencari tokoh yang mereka suka untuk diikuti, atau kita melarang tokoh tertentu untuk diikuti tanpa kita cari peganti tokoh yang lebih baik, membiarkan anak-anak mengambil keputusan tanpa kita bimbing, pembiyaran ini terjadi karena ketika kita melarang dan kita tidak tau mau kemana arah pikiran anak kita untuk kita bawa tanpa tokoh-tokoh yang mereka sering lihat di TV, film, dll.
Sahabat, mari kita menjadikan diri kita sebagai tokoh, tokoh yang menginspirasi yaaa minimal keluarga kita sendiri, agar kita tahu kemana arah keberlangsungan hidup orang yang akan mengikuti kita, kita tidak perlu mencari tokoh yang sangat jauh dan sangat sulit untuk ditiru, apalagi mereka juga belum tentu tau kalau kita mengikutinya, tokoh adlah diri saya, saya akan menjadi tokoh yang mengispirasi walau hanya keluarga saya sendiri.
dan untuk catatan setiap tokoh pasti punya pedoman dalam hidup, kita sebagai muslim pedoman yang paling indah dan paling mudah adalah Al-Quran dan Sunnah. jadilah tokoh dalam hidup mu dan jangan biarkan orang terdekatmu mencari figure lain untuk inspirasinya.
Yang paling mudah adalah meniru, tapi pastikan keluargamu hanya meniriu dirimu dan kamu adalah filter dari apa yang ditiru oleh keluargamu, so kemanu kamu kan menjadikan dirimu tokoh ???

Komentar
Posting Komentar