Kenapa Impian Sulit Dicapai ?


Sahabat 

apakah sahabat memiliki impian ? atau bahkan malah memiliki banyak impian ?, tapi coba sahabat perhatikan impian-impian sahabat, berapa banyak yang sudah tercapai saat ini ?

barang kali tulisan ini hanya pelengkap dari video di atas.

banyak yang salah dalam memperlakukan impian, dari mulai menjaga sampai proses mewujudkannya, kita banyak terfokus hanya pada impiannya saja tapi kita tidak pernah menyusun jalan untuk impian itu.

kita lupa bahwa yang paling penting dari hasil terbaik adalah prosesnya, bukan hasil itu sendiri.

kita ambil contoh :

ada 2 anak yang keduanya bercita-cita untuk menjadi seorang polis, sia A ini anak yang kurang pandai tapi dia terus belajar dan berlatih sehingga pada pendaftara polisi dia bisa masuk, tp ada kekurangan ternyata lemah dalam hal olah raga si A gagal dalam test pertamanya, test kedua si A sudah banyak berlatih dan kini dia lulus dengan baik walau hasil yang dicapai belum sempurna akhirnya si A menjadi polisi.

anak yang ke 2 adalah anak yang hebat dan tangkas dalam olah raga dan dia juga pintar karena memiliki pendidikan dengan kualitas baik sebut saja B, si B mengikuti semu test tapi ada test yang entah mengapa dia tidak lulus ternyata ada masalah dalam soal bela negaranya, si B adalah anak dari orang yang berkecukupan tapi coba apa yang si B lakukan agar tetap masuk menjadi polisi ? dia menyogok oknum yang melakukan test kepadanya sehingga dia lulus dengan hasil sogokan.

dari dua anak diatas keduanya sama-sama menjadi polisi tapi dengan cara yang berbeda, walaupun sekilas sama dan tidak ada bedanya ketika mereka berseragam tapi efek dari cara mereka mendapatkan impiannya adalah Si A menjadi perwira polisi baik dan mengayomi sedangkan si B menjadi polisi yang arogan dan korup.

sahabat ayo perbaiki cita-cita dan impian kita, begitu pula jalan untuk menggapainya.


tidak ada cita-cita yang mustahil, kecuali kita yang tidak bisa membentuknya menjadi nyata. -RB-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Covid19 Menyerang Apa ?

Menikah Jadi Berkah #2