Menikah Jadi Berkah #4

Ini bukan kisah manis tapi ini adalah efek dari pernikahan -RB

8 juni 2017 kemarin adalah 3 tahun Saya menikah, dan ujian masih terus berjalan. karena menikah adalah sebuah perjalanan bukan sebuah akhir dari segala keputusan.

Setelah melewati berbagia macam jenis cobaan pernikahan dari mulai kehabisan uang sampai "berbohong" ke orang tua mengenai makanan baca di Menikah Jadi Berkah #2 itu bisa kita selesaikan alhamdulillah masuk ke usia 3 tahun ini rasanya sudah mulai terbiasa dengan ujian-ujian harta dan dunia. yang masih sulit adalah menghadapi ujian hati.

UJIAN HATI

Ujian hati disini bukan berarti ada yang menguji kesetiaan Saya, tapi lebih kepada mengendalikan emosi masing-masing karena walau bagaimanapun saya dan istri masih berusia dibawah 25 tahun perhitungan matang bagi orang awam, walau pada 23 tahun Muhammad Alfatih sudah menaklukan konstatinopel tapi saya menaklukan emosipun masih sulit #dahakumahapaatuh.


Ujian hati itu akan membawa kita pada dua hal yang berbeda tergantung bagaimana kita menyikapinya, ketika ujian itu datang jika yang kita lakukan adalah saling menjelaskan masalah maka ujian ini akan terurai, karena emosi itu bagai benang kusut jika kita paksa untuk terurai maka akan semakin kusut tahu sendiri benang itu tipis apalagi posisinya kusut dan itu akan mudah untuk membuatnya putus. Tapi jika kita mampu merubah benang tipis itu menjadi tali yang agak tebal akan lebih mudah kita mengurai dan membuatnya rapih kembali.

Masalah yang ada haruslah diperjelas dulu mengenai apa, setelah itu baru kita bisa cari jalan tengah, biasanya Saya akan menghindari istri yang sedang emosi untuk sekedar menurunkan tensi, setelah semua agak reda baru Saya ajak istri bicara, biasanya dalam posisi seperti ini Saya akan ajak jalan dan sampai saat ini masih efektif.

tapi ada kalanya juga saya harus dengerin ocehan istri Saya dan menahan malu ketika semua kesalahan dan kekanak-kanakan Saya dibeberkan.

Ketika semua permasalahn itu berkumpul dan kita bahkan bertengkar dengan cukup hebat, hebat disini gak sampe ada piring terbang ata gelas terbang atau apapun ya ...., cuma satu yang bisa menyelesaikan itu semua yaitu berbicara baik-baik dan mulai dengan kepala dingin.

ketika ada masalah yang datang dalam rumah tangga, biasanya akan ada Shock yang meghampiri efek dari, bersatunya dua kepribadian yang berbeda dan kaget ketika ada sifat-sifat yang selama ini tersimpan baik tiba-tiba keluar, apalagi untuk para pengantin baru dan keluarga muda, jadi wajar jika mereka yang telah menikah lebih dari 20 tahun bisa bilang "ah itu biasa dia begitu" seperti seakan sudah memaklumi bahwa ada sifat-sifat "unik" dalm diri pasangan, tapi jika sudah menikah lama dan belum juga tahu atau malah kaget ketika menemui sikap yang tidak biasa kemungkinan terbesar adalah keterbukaan yang selama ini dilakukan masih keterbukaan yang setengah-setengah, padahal pernikahan haruslah dilandasi jujur dan keterbukaan walau hanya menutupi Rp. 100,- perak yang mungkin kurang berharga.

hindarilah menutup-nutupi dari pasangan Anda, jangan sampai ada pesan masuk ke handphone Anda, Anda malah repot untuk menghapus dan mensortir pesan satu-satu, ceritakan bagaimana Anda, siapa teman Anda, bahkan jika ada yang mendekati Anda ceritakan semuanya.

tunggu yang ke #5

Jujurlah pada pasangan, karena bagaimanapun dia akan menerima efeknya -RB_ 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Covid19 Menyerang Apa ?

Kenapa Impian Sulit Dicapai ?

Menikah Jadi Berkah #2