#MenikahJadiBerkah Part 5

Yang kita lihat tidak selalu sama seperti apa yang ada di benak kita
Salam semuanya, kali ini saya bercerita tentang konsep berumah tangga menurut kami, banyak diantara kita yang akan menikah dan bahkan telah menikah tidak tahu kemana, dan seperti apa kelak dia akan membawa biduk rumah tangganya.

bahkan ada juga yang mengatakan kepada Saya, "jalanin ajalah hidup seperti air mengalir",tapi saat air ketemu dataran tinggi air tidak bisa melanjutkan perjalanan diakan selalu mencari dataran yag lebih rendah.

masa sih kita bakalan hidup selalu mencari yang lebih rendah, yang lebih mudah, kan gak mungkin dalam hal ini saya punya kasus seperti ini.

kita ambil contoh salah satu yang kami konsep dalam rumah tangga adalah pendidikan, awal - awal menikah status saya adalah seorang pekerja pada perusahaan Kontraktor, dan istri saya bekerja pada perusahaan jasa keuangan, untuk urusan pendidikan istri saya sedang menjalani kuliah D3, dan saya hanya sebatas kursus program untuk menggambar 3D.

sehingga pada 2 tahun menikah Saya dan istri memiliki gap dalam pendidikan istri saya telah menyelesaikan D3 Akuntansinya saya masih bermodalkan ijazah SMA, sejak awal bekerja dan menikah istri saya berpenghasilan lebih besar dari saya, pada saat tahun ke 2 pernikahan saya Resign dari perusahaan lama dan mencoba peruntungan baru, untuk pindah diperusahaan yang lebih besar dan tentunya berharap gaji saya bisa melampaui istri saya, secara logika saja sudah tidak mungkin mengejar gap saya dan istri dari segi pendidikan apalagi dari segi posisi pekerjaan dan juga penghasilan, tapi ini yang saya lakukan tidak mengikuti arus, dan tidak pernah mencari tempat yang lebih rendah.

akhirnya saya masuk pada perusahaan transportasi dan gaji saya 20% lebih tinggi dibanding istri, dengan ijazah SMA saya, saya mengalahkan orag yg telah memiliki gelar S1 pada saat test dan interview serta pada saat 3 bulan bekerja saya sudah mendapat tawaran promosikan untuk menjadi Head Department hanya saja syarat yang mengharuskan karyawan minimal 8 bulan bekerja yang membuat saya gagal melaju kejenjang berikutnya.

jadi mengikuti arus itu mudah tapi sulit untuk bertahan.

Pun dalam urusan mengurus anak Alhamdulillan saat ini saya sudah dikaruniai anak laki-laki berusia 10 bulan, setelah penantian panjang dan usaha yang sudah direncanakan berbuah manis. dalam urusan mengurus anak kami juga mengkonsep akan seperti apa pendidikannya, pola pengajarannya, lalu apa kegiatan yang akan dikerjakan dirumah, salah satunya adalah senantiasa memperdengarkan rekaman Al-Quran dan juga membacanya selama masa kehamilan, dan pada saat umur anak kami 5 bulan kami sepakat membelikan boneka interaktif HafizDoll yang sebetulnya peruntukannya untuk anak usia 1 tahun keatas.

tujuannya adalah membiasakan anak dengan ayat dan bunyi dari alquran serta kami orangtuanya bisa sambil belajar sebelum sang anak mulai bertanya berbagai macam hal. akhirnya saat ini anak kami Maulana Zain Al Barkah, tidak akan bisa tidur malam hari jika tidak ditemani oleh HafizDoll yang melantunkan rekaman Al-Quran, dan kami orang tuanya sedikit demi sedikit menambah hafalan kami yang mau tidak mau juga mendengarkan lantunan Al-Quran berulang-ulang.

Konsep dan juga target dalam rumah tangga bukan untuk membuat rumah tangga itu menjadi kaku, tapi lebih kepada sarana pengingat akan kemana dan seperti apa rumah tangga yang akan kita jalani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Covid19 Menyerang Apa ?

Kenapa Impian Sulit Dicapai ?

Menikah Jadi Berkah #2